Sebagian orang sering kita lihat sangat kerja keras dalam beribadah , malahan ada yang bela – belain untuk puasa sunah sebulan penuh, sunah2 yang terlalu banyak dikerjakan sampai melupakan kehidupan dunia. Karena saya pikir Hal ini semestinya tidak sepatutnya kita berlebihan dalam beribadah dengan mengabaikan segala sesuatu yang ada di dunia ini.
Allah SWT tidak suka suka orang yang melampaui batas (berlebih lebihan). Maka sebaiknya kita beribadah berlaku sedang. Karena Islam tidak memberatkan pemeluknya hanya saja orang yg memperkeras ibadahnya yang memberatkannya. Karena ditakutkan ibadah itu nantinya dianggap sesuatu yg berat dilaksanakan dan akan muncul kemalasan, dan kejenuhan. Maka beribadahlah dengan sedang , dimana jika kamu kecapean istirahatin dahulu, sampai muncul semangat lagi. Karena ibadah itu paling utama dengan adanya nilai semangat sehingga akan menimbulkan istiqomah (terus menerus) dalam beribadah.
“Sesungguhnya Allah SWt memiliki hak atas hakmu, dan dirimu juga punya hak atas dirimu, serta keluargamupun mempunyai hak atas dirimu pula”
Namun berlaku sedang ini bukan berati kita menyepelekan atau mempermudah ibadah , intinya bahwa beribadah itu sesuai takarannya, tidak kurang tidak lebih . Supaya takaran itu tetap seimbang ada pada tempatnya.
Beribadah itu kita ibaratkan seperti kita bepergian ke suatu tempat. Dimana kita pertama memulai dengan menyiapkan perbekalan yang cukup dan kendaraan yang dichek terlebih dahulu. Kemudian pada saat kelelahan dalam perjalanan beristirahatlah kita beserta kendaraan yg kita bawa untuk menjaga kondisi tetap baik dan mengumpulkan semangat yg baru agar kita tercapai pada tujuannya. Seperti itulah ibadah kita sebaiknya.
Kenapa sich Ibadah harus berbahasa Arab?? Ini Jawabannya
Hopefully UseFuLL ^_^




