Sebagian besar orang memahami kebaikan – kebaikan itu muncul jika adanya materi yang dapat diberikan kepada orang lain. Seperti memberikan makanan, sumbangan,sedekah,dll. Namun hal itu hanya kebaikan materi saja. Nah pertanyaannya bagaimana orang yang belum memiliki materi yg cukup ataupun yg berusaha untuk mencukupinya? Apakah dia harus mengorbankan hak atas dirinya dan keluarganya untuk orang lain? Jawabannya tentu tidak. Karena memang kebaikan dengan materi sungguh bernilai di mata sesama manusia, namun di mata Allah belum tentu.
Jadi sebenarnya jalan – jalan kebaikan itu banyak sekali dalam keseharian kita , tidak harus berwujud materi. Namun dapat pula dalam perbuatan/sikap kita terhadap orang lain itu pun dapat menjadi suatu pahala kebaikan.
Menahan tabiat/sikap buruk kita terhadap orang lain itupun suatu kebaikan sedekah yaitu tidak mengganggunya kepentingan dia. Bersedekah tidak harus kita memberikan suatu materi saja, tapi dapat dengan melakukan suatu nilai ibadah. Setiap hari jika kita bertasbih,tahmid,dan tahlil kepada Allah itupun dianggap sedekah yang membawa pahala kebaikan.
Jadi berusahalah mencari kebaikan-kebaikan disekitar kita. Karena di sepanjang hari dan sepanjang hayaat kita , akan terus menerus menemui 2 kondisi yg musti dipilih yaitu kebaikan dan Keburukan.
“Semoga Allah memberikan hidup ini kepada kita karena adanya nilai2 kebaikan pada kita, dan mematikan kita dengan kebaikan yg telah kita lakukan dan menghindarkan keburukan2 yg merusak ”





